Untuk Hidup
Sesuatu yang bernama Kehidupan.
Kehidupan adalah sesuatu yang tidak dapat diduga, manusia tak dapat menolak segala apa yang hadir dalam kehidupannya. Bahkan untuk hidup itu sendiri mereka tidak dapat mengatur atau memilih bagaimana cara manusia itu lahir dan hadir dalam dunia ini. Banyak orang mengatakan takdir manusia adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.
Dalam kehidupan ini segalanya saling tumpang dan tindih secara organik maupun tidak organik. Semua bercampur menjadi satu membentuk sebuah harmoni kadang juga benada sumbang. Manusia dipaksa menikmatinya dengan segala cara. Lalu bagaimana jika rasa muak mulai menghampiri, seakan semua yang hadir seakan menghantam dan menghardik sebagaimana tukang bullying sedang menteror korban yang tidak punya daya dan upaya? bagaimanakah menyikapinya? diam atau bergerak melawan takdir itu.
Sesuatu yang benama hidup adalah hal yang mesti dijalani sebagaimana mestinya. Entah apapun yang terjadi manusia wajib mengisi celah di antaranya. Karya ini merupakan respon terhadap hal tersebut. Saat semua seperti tak terkendali, sampai manusia mempertanyakan kembali persoalan mengenai harapan yang dapan ia raih.
Apakah harapan hilang begitu saja? atau apa yang sebenarnya terjadi ketika harapan tak kunjung hadir. Apakah ia terkunci jeruji keputusasaan? lalu bagaimanakah manusia harus berusaha lagi untuk bisa melepaskannya?. Segala pertanyaan memang tak kunjung datang jawabannya. Waktu akan hadir untuk menjawab itu semua dan kesabaran adalah teman yang paling dekat yang dapat membawa manusia ke pintu dimana semua kunci gembok di tiadakan. Pintunya terbuka lebar dan manusia bisa masuk kedalamnya hingga ia tak lagi merasa kecemasan hadir di dalam dirinya.
Mari bersabar untuk hari ini dan saling menguatkan diri. ada banyak manusia tetap peduli dengan manusia lain sebagaimana hakikatnya ketika manusia dilahirkan. berjuang hingga akhir yang entah kapan akan dapat dinikmati sebagai pelipurlara akan jiwa dan raga yang letih. Hidup adalah keharusan dan penuh pertanyaan, memang bukan hari ini manusia di beri kejelasan. Namun percayalah ada satu Dzat yang mendengar segala keluh kesah yang mebuat manusia ingin berhenti dan tidak mempercayai harapan. Satu Dzat yang nyata janjinya, yang membuat hidup ini menjadi memiliki arti dan tujuan jika manusia menyadarinya.
![]() |
| Karya Alif Edi Irmawan, "A Name of Life" Instalation View, 2025. Sumber : Dokementasi Amin Tasha. |
Mari bejuang dan berdoa agar akhir indah yang kita harapkan segera datang dan membelai lembut jiwa dan raga yang lelah serta bekata "selamat datang pada kehidupan yang kamu harapkan", selamat istirahat dan Dzat Tuhanmu yang kau pecayai ingin menemuimu dengan kasih-Nya yang tiada duanya.
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
![]() |
| Detail " A Name of Life", 2025. |
Judul : A Name Of Life
Media : Arang dan Kolase, Drawing pada kertas daur ulang
Ukuran : 250x700cm
Tahun : 2025
Karya ini dipamerkan dalam pameran DEKADE di galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta tahun 2025.
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)




Komentar
Posting Komentar